|
Penderita HIV asal Garut ini, dikucilkan oleh
keluarga dan warganya di Gunung Batur Kab. Garut. Hanya dalam sebuah
gubuk 2x2 m dia hidup sendiri menanggung penyakit yang semakin
melemahkan tubuhnya. Mungkinkah orang sekitar masih kurang paham ?
Setelah diasingkan selama sepekan di kaki Gunung Guntur Kab. Garut,
penderita Human Immuodeficiency Virus (HIV), H (27), akhirnya
dipindahkan ke RSU dr. Slamet Garut, Selasa (20/10). Meski belum
dipastikan status HIV yang dideritanya, namun penanganan medis
dilakukan untuk memperbaiki kondisi tubuhnya.
Seperti diketahui, sejak sepekan lalu, H "dibuang" dari lingkungan
masyarakat sekitar rumahnya. Dia ditempatkan di blok Seureuhjawa Kp.
Dukuh Kel. Pananjung Kec. Tarogong Kaler Kab. Garut .
Sebelumnya, setengah tak berdaya, tubuh kurus kering H pun hanya berbaring di atas papan triplek dengan alas karpet plastik. Setelah divonis menderita TB, sekarang dia juga mengidap kanker kulit.
Sejumlah keluarga pasien di RSU menolak disatukan dengan H dalam ruangan
yang sama. Akhirnya, H pun ditempatkan di lorong ruangan tersebut
dengan diberi partisi kain putih saja.
Perawat pun tampak kesulitan menangani H karena kulitnya sudah
melepuh dan H akan merasa kesakitan jika dibersihkan. Akibatnya, suara
H yang terus mengerang menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien lain
yang dirawat di ruangan tersebut.
Berita terakhir dari teman-teman LSM di Bandung, H sudah mendapat pendampingan dari seorang Konselor.
Sejak divonis sebagai HIV positif, warga dan keluarga menolak kehadirannya. Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat merupakan bentuk stigma dan diskriminasi, kurangnya kesadaran dan pemahaman terhadap bentuk penularan dan pencegahan HIV/AIDS masih terjadi.
Untuk semua teman Abiasa, ayo kita cegah dan sebarkan informasi yang benar kepada siapa saja. Agar tak ada lagi orang yang tertular, dan tidak ada lagi bentuk stigma dan diskriminasi terhadap Odhiv.

JAUHI VIRUSNYA ... BUKAN ORANGNYA
disadur : Pikiran Rakyat Online
|