|
Sangat sedikit, bahkan sulit untuk dicari. Siapa yang kenal dengan tokoh pejuang hak asasi GWL ( Gay, Waria dan Lesbian ) di Indonesia? Amerika sendiri punya tokoh seperti Harvey Milk, mungkin nanti juga akan muncul di negara kita ini.
Perjuangan gerakan komunitas Gay di Indonesia masih bisa dianggap baru. Berdirinya GWL INA yang berpusat di Jakarta, sebuah langkah awal untuk menuju perjuangan itu.
Perjuangan melawan diskriminasi dan stigma yang selama ini terjadi oleh sebagian orang, bukan berarti menjadikan komunitas GWL sesuatu yang eksklusif. Tetapi penghapusan pandangan yang negatif terhadap keberadaan dan usaha mencapai kesetaraan dalam hal pelayanan, sudah lebih dari cukup.
Perjuangan para pahlawan kemerdekaan jaman dulu, tanggung jawab semua lapisan masyarakat. Komunitas GWL diharapkan menghasilkan kontribusi dan peran aktif untuk membangun negeri menuju kearah yang lebih baik.
Salah satu caranya, ikut berperan aktif mencegah penularan HIV. Caranya gampang, tapi merubah kesadaran itu yang sulit. Penggunaan kondom 100 % pada kalangan komunitas Gay, masih rendah. Gerakan yang dilakukan oleh beberapa LSM peduli Komunitas GWL gencar dilakukan. Advokasi terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik, juga telah diberikan oleh pemerintah. Namun hasil kerja ini akan jadi sia-sia, jika teman-teman sehati di komunitas GWL belum bisa merubah perilaku.
Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember tahun ini, Abiasa mengajak semua teman-teman untuk berperan lebih aktif. Mulai dari diri sendiri, tingkatkan kesadaran untuk menghentikan penularan HIV/AIDS di Indonesia. Jangan patah semangat, kita memang kelompok minoritas tapi bisa memberikan pengaruh positif untuk yang mayoritas.
Selamat Hari Pahlawan...Indonesia.
|