|
Dalam sembilan bulan terakhir, empat balita yang terinfeksi HIV dari
orangtuanya ditemukan di Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hal
tersebut dikatakan Nadila seorang Odha, Manajer Perempuan Sehati, sebuah organisasi
sayap dari LSM Mitra Sehati. Dari empat balita yang ditemukan itu, I dan R sudah
meninggal akibat tuberkulosis dan kekurangan gizi.
"Penderita
HIV/AIDS pada balita, masa bertahan hidupnya relatif lebih kecil. Hal
ini disebabkan daya tahan tubuh serta belum bisa mengomunikasikan
gejala penyakit yang diderita," ujar ibu sepasang anak yang sudah
ditinggal meninggal suaminya itu.
Nadila yang sepasang buah
hatinya negatif dari HIV/AIDS karena melahirkan secara caesar itu
menyatakan terus berusaha mencari anak-anak balita yang terkena HIV
agar bisa mendapatkan perawatan layak, menikmati masa kanak-kanak dan
bermain, serta membantu mendapatkan obat-obatan yang diperlukan.
Wanita yang kini memiliki cidifor (ukuran
sistem kekebalan tubuh) 268 pada Oktober 2009—sementara orang normal di
atas 1.000—berkeyakinan masih banyak balita yang menderita HIV/AIDS di
Kota dan Kabupaten Bekasi. Namun, orangtuanya belum cukup siap
memberitahukan ke aparat kesehatan.
Ia menyatakan, dari
800-1.750 orang yang kini hidup dengan HIV/AIDS serta estimasi 50.000
sampai 80.000 populasi orang yang rentan terhadap penyakit tersebut,
diperkirakan ada banyak balita lain yang kini juga menderita HIV/AIDS
tetapi belum ditemukan.
Pengurus
Family Health International (FHI) Jawa Barat, M Suharni, di Bekasi
mengatakan bahwa melalui program Aksi Stop AIDS (ASA) tahap II selama
lima tahun yang berakhir 31 Desember 2009, hal itu diharapkan bisa
menekan angka balita yang terinfeksi HIV dari orangtuanya.
Program
yang didanai USAID bersama UNDP dan Global Fund, yang pengelola
pelaksanaannya dikembangkan oleh FHI, memberikan manfaat dalam menahan
laju epidemi HIV/AIDS di Indonesia melalui upaya penurunan insiden HIV
dan IMS pada populasi berisiko dan mempersempit perluasan peredaran
HIV/AIDS, termasuk pada balita.
"Pemahaman suami-istri
penderita HIV/AIDS tentang penularan penyakit tersebut pada bayi
menjadikan mereka lebih awas dan hati-hati dalam pola persalinan dan
menyusui hingga bayi terkena HIV/AIDS bisa diminimalkan," ujarnya.
sumber : kompas.com
Bagaimana, masih berpikir kalau HIV hanya bisa tertular dan ditularkan oleh gay atau waria saja ? Semua orang kini beresiko, termasuk adek bayi yang diceritakan diatas. Ayo cegah HIV/AIDS mulai dari diri kita sendiri.
|